Dalam tulisan ini, saya mencoba menceritakan mengenai tanggapan-tanggapan yang seharusnya kalian ucapkan untuk membalas tanggapan dari orang lain yang menurut kalian itu adalah hal yang sangat tidak menyenangkan, tidak enak untuk di dengar, Mungkin beberapa tips dari saya bisa membalas omongan orang lain dan membuat mereka tidak bisa membalas lagi. ehem *true story*
Pertama, Jika teman atau orang lain mengatakan hal seperti ini kepada anda, "Eh, bro elo gak ngerokok? Banci banget lo", mungkin beberapa dari kalian tidak menanggapi atau malah mempermasalahkan istilah banci di sini. Sebelumnya mungkin saya hanya ingin mengatakan kepada mereka untuk mempelajari definisi dari banci sendiri apa. sepengetahuan saya, banci adalah orang laki-laki yang berpenampilan layaknya seorang wanita, bukan begitu?
Nah, kalau saya berada di posisi kalian, mungkin yang saya lontarkan adalah seperti ini "Banci juga ngerokok kok. Jangan-jangan lo yang banci". Cobalah mengikuti logika mereka. Jika mereka melogikakan orang yang merokok adalah laki-laki, maka yang tidak merokok adalah banci. Nah, dalam kehidupan faktanya banci juga ada yang merokok, berarti yang merokok juga banci dong, berarti logika mereka kurang bisa diterima. bukan begitu?
Alasan kami, orang yang tidak merokok adalah mementingkan kesehatan dan juga finansial. Mengapa? Bungkus rokok yang setiap hari kalian hirup mengatakan bahwa rokok itu berbahaya bisa menyebabkan beberapa gangguang/penyakit terutama pada sistem pernafasan. Yah, kita khususnya saya juga gak mau kan kena penyakit yang serius hanya dikarenakan rokok.
Seperti yang kita tahu harga rokok sendiri mahal, bisa dibilang sekitar 10.000an lah ya, dengan harga 10.000 bisa membeli coklat yang seharga 500 perak 20 bungkus. Enak mana, uang dibuat untuk ngenyangin perut apa ngerusak organ pernafasan.Kalau bagi saya sih ya mending memilih untuk makan.
Nah, Selain berdampak pada diri sendiri, rokok juga berdampak pada orang lain melalui asapnya. Ohya, bagi para perokok yang sering ngomong "Dih asap dimana-mana" pertanyaan saya "apa kamu tidak berkaca?" mereka sendiri juga melakukan perbuatan yang menyebabkan orang lain terganggu karena asapnya, Jadi jangan protes kalau ada asap yang lebih besar yang bakalan mampir dilingkunganmu. Catet,
Sudah tidak asing juga, kita temui dimana-mana. Anak yang masih belum cukup umur pun sudah merokok. Yang saya persoalkan adalah "Orang tua mereka kok dengan bebas gitu ya ke anaknya?" Bagiku sih enggak masalah uang-uang orang tua kalian aja kok yang dibuat beli, bukan uang aku. Dan mereka-mereka ini juga notabennya belum memiliki pekerjaan, uang jajan masih dari orang tua, Hmmm... *Generasipenerusbangsakahsepertiini?*
Merokok ataupun tidak itu juga merupakan sebuah pilihan. Jadi jangan pernah mempersalahkan orang yang tidak merokok bahkan memberi julukan "banci" ke mereka lantaran tidak merokok.
*kayaknya kalian butuh sekolah lagi deh*
Peace.
No comments:
Post a Comment