Semester 5 sudah terlewati, rapot sudah di bagikan kepada semua
peserta didik, terlebih kepada kelas 12 SMA. Bagi seorang alumni seperti
saya, liburan tidak harus menunggu waktunya tiba pasalnya saya sendiri
belum diterima di perguruan tinggi manapun. Namun tidak masalah bagi
saya. Kuliah tidak perlu terburu-buru yang penting harus sudah siap
dulu.
Sebelum saya bercerita tentang keseharian saya sebagai alumni, saya
akan membagikan cerita saya waktu saya masih kelas 12. Oke, kita
flashback dulu beberapa bulan yang lalu.
Saya Muhammad Abid As Sarofi siswa kelas akhir di SMA Favorit di
kabupaten Gresik, SMAN 1 Gresik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan
smansa. Sebagai pelajar tingkat akhir, tentu banyak sekali pelajaran
tambahan yang diberikan dari sekolah guna mempersiapkan ENAS ( Evaluasi
Nasional ; red; UNAS ). Di awal – awal menjalani kelas akhir saya
terlalu bersantai dalam memikirkan perkuliahan saya nantinya. Hanya
persiapan UNAS yang sudah saya kejar dari awal.
Banyak sekali teman – teman saya yang juga belajar untuk UN, pasalnya
kita semua berharap lolos SNMPTN. Mengapa ? Karena, sekolah kita tiap
tahunnya lebih dari 50% yang di terima di perguruan tinggi melalui jalur
SNMPTN. Kita semua juga beranggapan bahwa setidaknya yang di terima di
tahun ini lebih dari tahun lalu, hingga melupakan SBMPTN.
Dengan bermodalkan, indikasi alumni yang di terima di suatu PTN,
nilai rapor, indikasi sekolah, dan banyaknya prestasi yang kita peroleh
semakin membuat kita yakin kalau kita bisa lolos di seleksi SNMPTN.
Singkat cerita ENAS selesai. Pengumuman SNMPTN akan di umumkan
beberapa hari kemudian. Setelah ENAS pun hanya beberapa di antara kita
yang mengikuti intensif SBMPTN di bimbingan belajar ternama di
Indonesia. Sedangkan yang lainnya, ya, masih berharap penuh di SNMPTN.
Hari pengumuman SNMPTN pun tiba JENG JENG JENG. Semua display message
di BBM , status di Line , Tweet dan status di facebook sama sama
berharap lolos di seleksi SNMPTN.
Tepat pukul 17.00 saya membuka hasil saya di halaman resmi SNMPTN dan hasilnya
JENG JENG JENG

Warna nya merah :”) SANGAT BERANI
Yah saya GAGAL saat itu,
Teman teman saya ada beberapa yang sudah di terima di perguruan
tinggi negeri, dan yah, tidak seperti dugaan, murid yang di terima
seleksi SNMPTN di sekolah saya turun dari 50% ke sekitar 26% hampir
setengah.
Sejak saat itu saya mulai mendaftar intensif SBMPTN di salah satu
bimbel yang jaraknya lumayan jauh dari rumah saya. Selama kurang lebih
satu bulan saya mengikuti intensif disana.
Selama satu bulan saya kebingungan, saya adalah tipe orang yang lebih
suka mempelajari materi terlebih dahulu kemudian baru berlatih soal. Di
Bimbel tersebut satu bulan full berlatih soal, padahal yang lebih saya
butuhkan adalah review materi.
Saya sangar pasrah, pasalnya PG saya selama Try Out tidak hanya
sekitar 27-33 %, angka yang cukup kecil. Selama satu bulan ini saya
kebingungan bagaimana saya belajar. Dan saya memutuskan untuk, pasrah
saja, dan belajar di sisa waktu yang ada. SEMOGA BERHASIL :”)
Singkat cerita saya sudah mengikuti SBMPTN dan tibalah di hari pengumuman SBMPTN.
JENG JENG JENG
Hanya kata maaf yang saya terima waktu itu. Maaf dan jangan pantang menyerah. Yah, saya gagal lagi untuk kedua kalinya.
Pikiran saya sudah pecah kemana-mana saya sudah bingung saya pasrah.
Dan saya memutuskan untuk berhenti dulu satu tahun. Yah berhenti secara
formalitas belajar aja sih
Saya mulai sadar, seharusnya saya mempersiapkan SBMPTN lebih awal dan
tidak bergantung kepada SNMPTN. Pahit rasanya gagal saya rasakan. Saya
sadar, sebagus apapun sekolahmu, sebagus apapun nilai rapormu, sebanyak
apapun prestasimu tidak menjamin kamu akan lolos di seleksi SNMPTN. Bagi
saya, SNMPTN seperti undian. Tidak transparan. Kalau kamu cukup
beruntung selamat.
Secuil kisah pahit saya di kelas 12 membuat saya masih terpuruk. Abah
saya menawarka saya untuk bimbel lagi, namun bimbingan belajar yang
berada di dekat rumah saya tidak ada fasilitas untuk Alumni. Apa saya
harus bimbingan di Surabaya yang banyak sekali pilihan bimbingan belajar
yang menyediakan fasilitas untuk alumni?
NOOOO!!!
Jika saya mengikuti bimbingan belajar di Surabaya, artinya, saya
harus menjadi anak kos lagi. Dan biayanya juga mungkin akan bertambah
banyak, mengingat kondisi perekonomian keluarga saya sedang tidak
mencukupi untuk itu saya lebih baik memilih belajar sendiri.
Selama satu bulan saya belajar sendiri, saya belum menemukan apapaun. Saya merasa masih kurang dan benar-benar butuh bimbingan.
Waktu saya bermain facebook saya melihat iklan Zenius di laman facebook saya. Tertarik ? tentu.
Saya buka dan saya pelajari apa sih zenius itu?
Bagi saya, zenius adalah sarana belajar berbasis elektrik, istilah gaul nya e-learning. Dengan harga yang di tawarkan yang sangat murah bagi saya, saya berniat untuk daftar dan welcome to zenius.
Sudah beberapa bulan saya belajar di zenius. Dan saya merasakan
manafaat yang luar biasa. Terimakasih tutor tutor zenius. Bang sabda,
bang wisnu dan yang lain makasih.
Saya yang memang menginginkan untuk mereview materi terbantu sudah
oleh zenius. Dengan gaya mengajar yang asik banget, friendly, gaul abis
dan gak ngebosenin.
Awalnya saya mengira akan sama saja, bosenin dan bikin ngantuk. Tetapi tidak!!! Terimakasih zenius.
Tutor tutor zenius yang berbaik hati membagikan ilmu kepada saya,
juga sangat asik. Cara penyampaian materinya juga sangat baik. “ Ooooh
moment “ sudah terbukti banget. Dari pelajaran fisika yang bisa bikin
pusing pala berbi jadi gak bikin pusing lagi. Zenius seperti penawar
rasa sakit, #HASEK
Biologi yang banyak banget materinya, dan tentunya buku paket nya
yang sangat tebal membuat saya malas belajar biologi. Tetapi berkat
zenius, rasanya buku paket biologi seperti selebar undangan saja. Benar
benar di ringkas dan di jelaskan secara matang, begitu juga untuk
pelajaran yang lainnya seperti kimia dan matematika.
Belajar yang bikin gak ngantuk, yang bikin semangat kayaknya memang zenius saja.
Dengan zenius juga, belajar bukan lagi menghafal rumus tetapi lebih
ke mempelajari konsep. kuasai konsep, terkuasailah soal-soal. dengan
zenius, belajar terasa lebih menyenangkan. and yes, this is my journey
with zenius.
Walaupun banyak e-learning yang juga bermunculan saya tidak akan berpaling dari Zenius.
Setelah saya belajar dengan zenius, lebih dari satu bulan ini, nilai
try out try out saya WAW melejit dengan sendirinya menyentuh nilai 40%.
Kenaikan yang fantastis menurut saya. Pasalnya dengan hanya belajar
sebulan lebih saja bisa sampai 40% bagaimana kalau saya belajarnya lebih
dari itu? Insyaallah dah keterima SBMPTN 2016.
So, buat adik adik semuanya mulai belajar untuk menghadapi SBMPTN
walaupun sekarang sudah liburan. Jangan sampai nanti menyesal di akhir
seperti saya waktu itu. Gunakan Zenius juga untuk membantu pembelajaran,
dan temukan “Ooooh moment” di setiap soal soal yang nantinya akan kamu
kerjakan dan di materi materi yang di terangkan. tapi tetep, jangan lupa
berdoa ya
Selamat belajar, selamat berlibur, dan salam SUKSES !!!


No comments:
Post a Comment