Friday, January 29, 2016

Zenius help me a lot, thank you.

Semester 5 sudah terlewati, rapot sudah di bagikan kepada semua peserta didik, terlebih kepada kelas 12 SMA. Bagi seorang alumni seperti saya, liburan tidak harus menunggu waktunya tiba pasalnya saya sendiri belum diterima di perguruan tinggi manapun. Namun tidak masalah bagi saya. Kuliah tidak perlu terburu-buru yang penting harus sudah siap dulu.
Sebelum saya bercerita tentang keseharian saya sebagai alumni, saya akan membagikan cerita saya waktu saya masih kelas 12. Oke, kita flashback dulu beberapa bulan yang lalu.
Saya Muhammad Abid As Sarofi siswa kelas akhir di SMA Favorit di kabupaten Gresik, SMAN 1 Gresik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan smansa. Sebagai pelajar tingkat akhir, tentu banyak sekali pelajaran tambahan yang diberikan dari sekolah guna mempersiapkan ENAS ( Evaluasi Nasional ; red; UNAS ). Di awal – awal menjalani kelas akhir saya terlalu bersantai dalam memikirkan perkuliahan saya nantinya. Hanya persiapan UNAS yang sudah saya kejar dari awal.


Banyak sekali teman – teman saya yang juga belajar untuk UN, pasalnya kita semua berharap lolos SNMPTN. Mengapa ? Karena, sekolah kita tiap tahunnya lebih dari 50% yang di terima di perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN. Kita semua juga beranggapan bahwa setidaknya yang di terima di tahun ini lebih dari tahun lalu, hingga melupakan SBMPTN.
Dengan bermodalkan, indikasi alumni yang di terima di suatu PTN, nilai rapor, indikasi sekolah, dan banyaknya prestasi yang kita peroleh semakin membuat kita yakin kalau kita bisa lolos di seleksi SNMPTN.
Singkat cerita ENAS selesai. Pengumuman SNMPTN akan di umumkan beberapa hari kemudian. Setelah ENAS pun hanya beberapa di antara kita yang mengikuti intensif SBMPTN di bimbingan belajar ternama di Indonesia. Sedangkan yang lainnya, ya, masih berharap penuh di SNMPTN.
Hari pengumuman SNMPTN pun tiba JENG JENG JENG. Semua display message di BBM , status di Line , Tweet dan status di facebook sama sama berharap lolos di seleksi SNMPTN.
Tepat pukul 17.00 saya membuka hasil saya di halaman resmi SNMPTN dan hasilnya

JENG JENG JENG

blog 1
Warna nya merah :”) SANGAT BERANI

Yah saya GAGAL saat itu,
Teman teman saya ada beberapa yang sudah di terima di perguruan tinggi negeri, dan yah, tidak seperti dugaan, murid yang di terima seleksi SNMPTN di sekolah saya turun dari 50% ke sekitar 26% hampir setengah.
Sejak saat itu saya mulai mendaftar intensif SBMPTN di salah satu bimbel yang jaraknya lumayan jauh dari rumah saya. Selama kurang lebih satu bulan saya mengikuti intensif disana.
Selama satu bulan saya kebingungan, saya adalah tipe orang yang lebih suka mempelajari materi terlebih dahulu kemudian baru berlatih soal. Di Bimbel tersebut satu bulan full berlatih soal, padahal yang lebih saya butuhkan adalah review materi.
Saya sangar pasrah, pasalnya PG saya selama Try Out tidak hanya sekitar 27-33 %, angka yang cukup kecil. Selama satu bulan ini saya kebingungan bagaimana saya belajar. Dan saya memutuskan untuk, pasrah saja, dan belajar di sisa waktu yang ada. SEMOGA BERHASIL :”)
Singkat cerita saya sudah mengikuti SBMPTN dan tibalah di hari pengumuman SBMPTN.

JENG JENG JENG


Hanya kata maaf yang saya terima waktu itu. Maaf dan jangan pantang menyerah. Yah, saya gagal lagi untuk kedua kalinya.
Pikiran saya sudah pecah kemana-mana saya sudah bingung saya pasrah. Dan saya memutuskan untuk berhenti dulu satu tahun. Yah berhenti secara formalitas belajar aja sih
Saya mulai sadar, seharusnya saya mempersiapkan SBMPTN lebih awal dan tidak bergantung kepada SNMPTN. Pahit rasanya gagal saya rasakan. Saya sadar, sebagus apapun sekolahmu, sebagus apapun nilai rapormu, sebanyak apapun prestasimu tidak menjamin kamu akan lolos di seleksi SNMPTN. Bagi saya, SNMPTN seperti undian. Tidak transparan. Kalau kamu cukup beruntung selamat.
Secuil kisah pahit saya di kelas 12 membuat saya masih terpuruk. Abah saya menawarka saya untuk bimbel lagi, namun bimbingan belajar yang berada di dekat rumah saya tidak ada fasilitas untuk Alumni. Apa saya harus bimbingan di Surabaya yang banyak sekali pilihan bimbingan belajar yang menyediakan fasilitas untuk alumni?

NOOOO!!!


Jika saya mengikuti bimbingan belajar di Surabaya, artinya, saya harus menjadi anak kos lagi. Dan biayanya juga mungkin akan bertambah banyak, mengingat kondisi perekonomian keluarga saya sedang tidak mencukupi untuk itu saya lebih baik memilih belajar sendiri.
Selama satu bulan saya belajar sendiri, saya belum menemukan apapaun. Saya merasa masih kurang dan benar-benar butuh bimbingan.
Waktu saya bermain facebook saya melihat iklan Zenius di laman facebook saya. Tertarik ? tentu.
Saya buka dan saya pelajari apa sih zenius itu?
sbmptn-2013
Bagi saya, zenius adalah sarana belajar berbasis elektrik, istilah gaul nya e-learning. Dengan harga yang di tawarkan yang sangat murah bagi saya, saya berniat untuk daftar dan welcome to zenius.
Sudah beberapa bulan saya belajar di zenius. Dan saya merasakan manafaat yang luar biasa. Terimakasih tutor tutor zenius. Bang sabda, bang wisnu dan yang lain makasih.
Saya yang memang menginginkan untuk mereview materi terbantu sudah oleh zenius. Dengan gaya mengajar yang asik banget, friendly, gaul abis dan gak ngebosenin.
Awalnya saya mengira akan sama saja, bosenin dan bikin ngantuk. Tetapi tidak!!! Terimakasih zenius.
Tutor tutor zenius yang berbaik hati membagikan ilmu kepada saya, juga sangat asik. Cara penyampaian materinya juga sangat baik. “ Ooooh moment “ sudah terbukti banget. Dari pelajaran fisika yang bisa bikin pusing pala berbi jadi gak bikin pusing lagi. Zenius seperti penawar rasa sakit, #HASEK
Biologi yang banyak banget materinya, dan tentunya buku paket nya yang sangat tebal membuat saya malas belajar biologi. Tetapi berkat zenius, rasanya buku paket biologi seperti selebar undangan saja. Benar benar di ringkas dan di jelaskan secara matang, begitu juga untuk pelajaran yang lainnya seperti kimia dan matematika.
Belajar yang bikin gak ngantuk, yang bikin semangat kayaknya memang zenius saja.
Dengan zenius juga, belajar bukan lagi menghafal rumus tetapi lebih ke mempelajari konsep. kuasai konsep, terkuasailah soal-soal. dengan zenius, belajar terasa lebih menyenangkan. and yes, this is my journey with zenius.
Walaupun banyak e-learning yang juga bermunculan saya tidak akan berpaling dari Zenius.
Setelah saya belajar dengan zenius, lebih dari satu bulan ini, nilai try out try out saya WAW melejit dengan sendirinya menyentuh nilai 40%. Kenaikan yang fantastis menurut saya. Pasalnya dengan hanya belajar sebulan lebih saja bisa sampai 40% bagaimana kalau saya belajarnya lebih dari itu? Insyaallah dah keterima SBMPTN 2016.
So, buat adik adik semuanya mulai belajar untuk menghadapi SBMPTN walaupun sekarang sudah liburan. Jangan sampai nanti menyesal di akhir seperti saya waktu itu. Gunakan Zenius juga untuk membantu pembelajaran, dan temukan “Ooooh moment” di setiap soal soal yang nantinya akan kamu kerjakan dan di materi materi yang di terangkan. tapi tetep, jangan lupa berdoa ya
buat-blog-1009x1024

Selamat belajar, selamat berlibur, dan salam SUKSES !!!

No comments:

Post a Comment